Berbicara
soal cinta pertama tak lepas dari sosoknya. Sosok yang saat ini masih mengisi ruang
hati.“Bisa ceritakan kisahnya?” tanya partner kerjaku, Dani. “Males banget
Dan.” Jawabku santai. “Ayoklah... saya penasaran. Sehebat apa dia sampai kau
masih belum bisa move on dan masih menjomblo.” Rengeknya.
Fikiranku
terlintas beberapa kenangan dengannya. Saat itu awal masuk siswa baru ditahun
2012. Secara kebetulan aku menjadi panitia MOS (masa pengenalan sekolah).
Beberapa kali aku melihatnya tapi setelah masa MOS selesai. Setelah ku selidiki
ternyata dia adalah sosok yang pernah ku temui 2 tahun yang lalu. “eist.... 2 tahun
lalu?itu SMP dong? Kamu satu sekolah sama dia? Katanya beda sekolah” tanya
Dani. “aish... dengerin dulu makanya. Orang belum selesai kok malah di stop?”jawabku.
“O ya ya... santai. Lanjutkan.” Jawabnya kembali duduk menyandarkan badan di
kursi.
Kenapa
2 tahun yang lalu? Saat itu aku mengikuti olimpiade kabupaten disekolahnya. Dia
menjadi pemimpin upacara pembukaan. Awalnya temanku yang terpesona dengannya
yang menggunakan baju putih pakaian dinas upacara (PDU) layaknya anggota paskibra.
Saat itu aku hanya bersikap biasa saja dan hanya berkata,”oh iya dia ganteng.”
Dengan ekspresi biasa saja. Dan ketika acara selesai kembali kerumah, hal itu
seolah biasa saja segera terlupakan. Hingga di kelas 2
SMA aku bertemu dengannya lagi. Justru aku yang penasaran dengannya.
Kata
teman satu organisasi denganku, ia merupakan salah satu anak pintar disekolah
dan merupakan ketua OSIS. Salah satu ciri khasnya adalah dia selalu menggunakan
kacamata berwarna hitam biru. Ohya namanya Zaka. Aku sering kali mencuri – curi
pandang ketika tak sengaja melihatnya di masjid, di kantin atau melihatnya dari
kejauhan selama di lingkungan sekolah. Ketika ada sesi razia dari kami pihak
OSIS, aku selalu berharap berada di kelasnya. Itu yang ku lakukan selama tahun
kedua ku di SMA.
Pernah
saat UAS, adik OSIS menemuiku. Saat itu posisiku diluar kelas jam istirahat. Adik
OSIS itu berbicara sesuatu kepadaku. Mataku menangkap sosoknya. Ya sosok Zaka berada tak jauh dari kami. Dengan tatapan malu – malu kucing membuatku gemas.
Setelah berbicara adik kelas ku itu langsung pergi degan Zaka. Setelah pulang
sekolah aku menuju tempat berkumpul. Ku kira aku akan bertemu dengannya,
ternyata sosok berkacamata hitam biru itu tak ada.”tunggu Ris. Kamu kesana karena
si Zaka. Sebucin itu kah kau dengan dia?” tanya Dani sambil meminum kopinya. “gak
lah Dan kan tadi aku dipanggil sama adik OSIS suruh kumpul. Tapi jujur ya, kalo liat dia itu
biasa aja ketika dibelakang nah baru excited banget.” Jawabku. Setelah
membenarkan dudukku agar lebih nyaman, aku melanjutkan cerita.
Singkat
cerita aku ternyata satu kelompok kakak panitia MOS dengannya. Awalnya aku tidak terlalu
memperhatikan siapa ketuanya karena dihari pertama kumpul ia tidak hadir.
Begitu hari berikutnya ternyata dia, si kacamata biru. Semua berjalan seperti
yang diharapkan. Saat MOS aku pun bersikap profesional tidak menampakkan bahwa aku
menyukainya. Saat itu entah kenapa kami bisa cepat dekat seperti sudah kenal
lama. Dia sering diskusi denganku untuk beberapa persoalan.
Aku
ingat saat itu hari pertama MOS bertepatan hari di hari senin. Kebetulan dia bertugas
pengibar bendera. Terkejutnya aku ia menggunakan seragam itu. Iya seragam yang
membuatku mengenalnya. Awalnya aku ingin sekali berfoto dengannya menggunakan
seragam itu. Tapi saat itu sedang sibuk – sibuknya. Dan dia hanya mampir
sebentar ke kelas untuk mengambil baju ganti. Sebenarnya saat itu bisa saja aku
meminta foto, tapi dikelas hanya ada aku panitia. Jadi mau gak mau aku harus
merelakan dia ganti baju agar segera melanjutkan tugas.
Hari
– hari MOS berjalan seperti biasa hingga hari terakhir. Saat itu aku dua hari
sebelum selesai MOS, aku pergi ke Bangka Belitung karena ada acara pertukaran pelajar.
Jadi yaa.... saat itu aku tak ikut dihari terakhir MOS. Padahal itu saat-saat seru,
aku dikirim video dan foto – foto mereka. Ketika aku pulang dari Bangka Belitung, salah
satu teman satu kelompokku memberikan aku plastik berisi surat dari adik – adik MOS. For your information,
disekolahku adik MOS diminta untuk membuat surat. Satu surat untuk 5 orang
kakak ( 1 kelompok MOS 5 panitia). Beberapa surat mengatakan
bahwa Zaka sosok yang tampan / ganteng. Akupun tersenyum sendiri.”Dasar
bucin.”kata Dani sembari minum.
Semenjak MOS Zaka seperti menganggap aku teman. Ketika berbicara dengan temanku, ia sopan
sedangkan denganku seperti satu angkatan. Selama SMA kujalani sekolahku seperti
biasa. Aku juga berusaha untuk tidak terlalu menganggunya. Aku takut itu akan
membuatnya risih.
Akhirnya tibalah dipenghujung SMA dan perpisahan. Ketika perpisahan aku tak melihat sosoknya.
Ternyata ia dan adik – adik MOS mengajak kami kumpul didepan laboratorium komputer.
Kami berfoto bersama, memberikan pesan kepada mereka. Dan ketika sudah bubar,
tiba – tiba Zaka mengajak foto berdua. setelah selesai, aku berjalan keruangan lain tiba-tiba ia mengiringi jalanku dan memberikan aku
kotak kecil lalu langsung berpamitan pergi.
Di rumah hatiku tak karuan mengingat kejadian itu. Ketika aku membukannya
seperti kotak cincin dan dugaanku salah. Itu adalah jam tangan berwarna biru dan hitam.
Dani melirik tanganku untuk memastikan jam tangan itu. Jam itu masih berada
ditanganku hingga saat ini.
“Itu
saja ceritanya?” tanya Dani. “Memang harus bagaimana lagi? Yaa setelah itu aku
mulai fokuskan belajar dan belajar. Lagian kita weekend disini cuman mau bahas
hal yang tidak berfaedah ini?”tanyaku. “Yaa saya penasaran aja. Soalnya kamu
itu dijodohin sama anaknya atasan kita, Pak Ridwan. Saya kira kamu bakalan menanggalkan
gelar jomblo eh kemarin Pak Ridwan berkata kamu menolak lamaran itu.
Makanya saya penasaran. Soalnya selama ini juga kamu tidak pernah bahas soal
cinta. Saya berasumsi kamu tidak bisa melupakan cinta pertamamu.” Jawabnya. “
Dan kamu berasumsi juga bahwa aku belum move on gitu?’tanyaku. Dani mengangguk kepalanya.
Aku
menghela nafasku dan menatap langit langit ruang rapat. Tak terasa air mata berada
disudut mataku. “Sudah jangan di fikirkan. Cinta pertama memang seperti itu.
Segala bentuk pertama itu selalu istimewa. Bukan hanya cinta pertama. Kau melakukan
sesuatu pertama kali itu pasti kau akan ingat. Itu karena efek sensasi
pengalaman pertamanya. Kalaupun kamu sama dia jodoh insya allah bertemu. Meski
kata orang cinta pertama tak sepenuhnya berhasil.” Kata Dani menenangkanku.
Ku
akui, aku merindukannya. aku bisa saja chat sekedar menanyakan kabar. Tapi buatku
itu seperti candu. Jika aku chat Zaka berujung aku kembali rindu dan keinginan
untuk bertemu semakin kuat. “Kau rindu padanya?” tanya Dani. “Aku gak tau
Dan.”jawabku dengan tetap menatap langit-langit ruangan. Air mataku tak
tertahan lagi. “Pertama kali lihat Risma nangis karena cowok hahaha. Udah ah
saya tidak mau melihat kamu nangis. Kamu itu kuat. Buktikan kamu bisa move on
dari dia.” Jawabnya sembari keluar ruangan. Aku pun ikut keluar ruangan.
Matahari
terbenam sore ini sangatlah cantik membuatku jalan melambat untuk mengambil
gambarnya. Seolah matahari itu memberikan aku kekuatan. “Kamu mau pulang apa
saya tinggal?” tanya Dani yang sudah menaiki motor dan siap tancap gas. Aku pun
berlari langsung menaiki motorku sembari menggunakan helm. Kami pun pergi dari
kantor.